SD Negeri Purwosono Lumajang Adakan Bazar, Bagian dari Kurikulum Merdeka

Kegiatan bazar dan istigosah SDN 01 Purwosono.

Lumajang – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Purwosono, Lumajang menggelar kegiatan bazar kearifan lokal dan kewirausahaan, dalam rangka penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila, Sabtu (02/12/2023), yang dipusatkan di halaman sekolah.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu materi dalam menerapkan kurikulum terbaru, yakni Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru, sebagai pengganti kurikulum 13 (K13).
Kegiatan bazar kearifan lokal dan kewirausahaan itu, dilaksanakan dalam bentuk menyajikan makanan tradisional, dengan melibatkan siswa juga didampingi para orang tua wali murid yang menjual jajanan pada tenda yang telah disediakan.panganan tradisional yang kemudian dijual dengan harga sangat terjangkau.

Kepala Sekolah SDN 01 Purwosono, Elok Su’uddiyah, kepada PotretMedia mengatakan, saat ini melaksanakan kegiatan implementasi kurikulum merdeka salah satunya adalah tentang P5, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kepada siswa kelas I dan kelas IV.
Dari hasil kegiatan P5 tersebut di gelar dihalaman sekolah untuk dijadikan sebagai kegiatan Bazar sekolah dan Kegiatan P5 ini merupakan kegiatan rutinitas SDN 01 Purwosono dalam setiap semester. 
“Alhamdulilah dalam implementasi kurikulum merdeka ini disambut baik oleh warga masyarakat atau wali murid karena melalui kurikulum merdeka adanya kegiatan P5 hal ini disenangi siswa- siswi begitupun guru dan wali murid sehingga tercipta membangun hubungan emosional yang lebih kuat antara guru dan wali murid,” pungkasnya.
Selain kegiatan bazar pihaknya juga mempunyai kegiatan rutinitas satu bulan sekali tiap hari Jumat legi.
Para siswa mengadakan istigosah, tujuan istigosah sendiri pengembangan karakter disiplin siswa menjadi penting dan perlu dilaksanakan, mengingat banyaknya problem-problem yang dihadapi anak atau siswa tidak selalu memiliki solusi yang tepat.
Salah satu diantara nilai yang terdapat dalam pendidikan karakter adalah nilai religius sebagai dasar atau pondasi yang harus diterapkan kepada setiap anak sejak dini.
“Kehidupan sehari-hari untuk tidak terpengaruh oleh keadaan yang kurang baik, salah satu lembaga pendidikan SDN  01 Purwosono ini misalanya telah mengadakan kegiatan rutin Istighosah di halaman sekolah,” kata Fuad sebagai guru agama. 
Kegiatan ini, lanjut Fuad, bertujuan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk menambah iman, pengabdian serta kematangan cita-cita hidup.
“Nilai yang didapatkan murid, tentunya mereka memiliki sikap pribadi yang unggul dalam berperilaku terpuji seperti etika terhadap guru. Disiplin dalam mentaati tata tertib sekolah dan lainya,” tambahnya.
Dengan diadakannya kegiatan rutin semacam ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa, mampu meningkatkan keimanannya serta membiasakan setiap peserta didik untuk do’a bersama.
Kegiatan tersebut melatih edukasi religius, yang mempunyai nilai karakter sebagai pondasi kepada siswa, dan terus selalu diterapkan kepada setiap anak di sekolah.
“Mereka kita biasakan membaca sholawat nariyah 3 kali, di lanjutkan bersalaman dengan teman dan guru lalu masuk kelas. Alhamdulillah praktek tersebut kami jalankan sampai saat ini,” tutupnya. (Her/Muh).
https://ouo.io/zYiB0l

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started